Lidik Batam – Saat Kota Batam tengah ditata dan dirawat, aktivitas pengerukan bukit justru berlangsung hingga larut malam. Pada Senin (5/10/2026) sekitar pukul 23.37 WIB, dua unit ekskavator terpantau beroperasi mengikis perbukitan, sementara sejumlah dump truck keluar masuk lokasi mengangkut material hasil pengerukan.
Lokasi pekerjaan berada tepat di sebelah Hotel Nagoya Hill Batam, Kecamatan Lubuk Baja, Kota Batam.
Aktivitas berlangsung dengan penerangan terbatas. Dua pekerja terlihat berada di sisi jalan untuk mengatur kendaraan yang keluar dari lokasi. Mobilisasi kendaraan juga meninggalkan debu dan kotoran di akses jalan sekitar.
Dari informasi yang dihimpun, pekerjaan tersebut disebut sebagai pematangan lahan atau cut and fill yang dilakukan PT Golden Beach Indah Perkasa (GBIP).
Bea Cukai Tangkap Kapal Asing Bawa 800 Kg Ketamin di Anambas
Pekerjaan disebut telah berlangsung sekitar satu pekan. Material hasil pengerukan disebut diangkut menuju kawasan Sungai Jodoh, Kecamatan Batu Ampar, sekitar Pelabuhan Bintang 99, untuk kegiatan penimbunan.
Namun, di lokasi tidak terlihat papan informasi yang menjelaskan pekerjaan maupun kegiatan yang sedang berlangsung.
Penelusuran kembali dilakukan pada Rabu (7/10/2026) sekitar pukul 20.30 WIB. Saat ditanyai mengenai aktivitas tersebut, seorang pekerja mengaku tidak mengetahui secara pasti pihak yang bertanggung jawab atas pekerjaan.
“Saya hanya sebagai pekerja, Bang. Untuk bertanya yang pasti, Abang masuk ke arah gang ini, arah kawasan Nagoya Hill Mall. Di sana ada security yang jaga,” ujarnya.
BACA JUGAPerkembangan Perkara Setokok, Polisi Tetapkan Dua Tersangka
Aktivitas pengerukan tersebut berlangsung pada malam hari di kawasan perkotaan. Dua alat berat beroperasi, dump truck terus keluar masuk, sementara material hasil pengerukan dibawa meninggalkan lokasi.
Kondisi tersebut menjadi perhatian, terutama terkait kejelasan pekerjaan, pengelolaan material hasil pengerukan, serta pengawasan terhadap aktivitas pematangan lahan di kawasan perkotaan.
BP Batam dan Polsek Lubuk Baja diharapkan dapat memberikan penjelasan sesuai kewenangan masing-masing atas aktivitas tersebut.
Hingga berita ini disusun, belum diperoleh keterangan resmi dari BP Batam maupun Polsek Lubuk Baja terkait aktivitas pengerukan tersebut.
210 WNA Diamankan dalam Pengungkapan Dugaan Online Scam Trading di Apartemen Batam
