Lidik Batam — Aktivitas di Pelabuhan AP kawasan Jembatan 6 Barelang, Batam, disorot setelah muncul dugaan pengiriman barang asal Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (FTZ) Batam menuju wilayah lain, salah satunya Kabupaten Lingga.
Pengiriman barang itu diduga dilakukan melalui jalur laut pada malam hari. Kondisi itu disebut dimanfaatkan untuk menghindari pengawasan serta pemeriksaan terhadap barang yang dibawa.
Berdasarkan penelusuran awak media di lokasi, Senin (14/9/2026), terdapat informasi mengenai dugaan aktivitas pengiriman barang menggunakan kapal kayu dari pelabuhan itu.
Seorang sumber yang mengetahui aktivitas di lokasi menyebut terdapat tiga pengusaha yang diduga rutin memanfaatkan via jalur itu. Mereka disebut berinisial AC, PI, dan AH.
Dari Batam, Semangat Pancasila Diteguhkan untuk Hadapi Tantangan Zaman
“Ada tiga orang yang diduga menggunakan pelabuhan AP untuk mengirim barang ke Kabupaten Lingga. Pertama AC, kedua PI, lalu AH. Mereka bertiga adalah pemain lama,” ujar sumber kepada awak media, Senin sore.
Menurut sumber itu, aktivitas pengiriman dilakukan menggunakan kapal kayu dengan ukuran di atas Gross Tonnage (GT) 6.
Sumber juga menduga sarana pengangkutan tersebut tidak dilengkapi dokumen pengangkutan barang atau surat muatan sebagaimana mestinya.
“Kapal kayu yang mereka gunakan rata-rata di atas GT 6, bahkan lebih. Sedangkan dokumen olah gerak kapal sepertinya nihil cargo,” katanya.
Polisi Bongkar Sindikat Pemalsuan SIM C di Batam, Dua Tersangka Ditangkap
Dugaan aktivitas pengiriman pada malam hari itu kemudian menimbulkan pertanyaan terkait pengawasan terhadap lalu lintas barang dari wilayah FTZ Batam menuju daerah lain.
Jika benar terdapat barang yang keluar dari kawasan FTZ tanpa memenuhi ketentuan kepabeanan dan dokumen pengangkutan, aktivitas itu berpotensi menjadi pelanggaran yang perlu ditindaklanjuti aparat berwenang.
Informasi mengenai dugaan aktivitas itu telah disampaikan kepada Kepala Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe B Batam, Agung Widodo.
Saat dikonfirmasi melalui via WhatsApp, Agung memberikan respons atas informasi itu. Ia menanggapi akan segera ditindaklanjuti.
Komisi VI DPR Apresiasi Kinerja BP Batam, Dinilai Mampu Dongkrak Investasi dan Bangun Infrastruktur
“Wa’alaikum salam… Terima kasih informasinya, segera dilakukan pendalaman unit pengawasan,” demikian respons Agung Widodo.
Tanggapan itu menunjukkan bahwa informasi terkait dugaan aktivitas di Pelabuhan AP Jembatan 6 Barelang telah diterima pihak Bea Cukai Batam untuk dilakukan pendalaman.
Sebelumnya, Bea Cukai Batam memang memiliki kewenangan dalam pengawasan lalu lintas barang yang berkaitan dengan ketentuan kepabeanan.
Agung Widodo sendiri tercatat sebagai Kepala Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe B Batam.
Sambut HUT Bhayangkara ke-80, Polisi dan Warga Gotong Royong Bersihkan Tiga Rumah Ibadah di Batam
Kini, publik menunggu hasil pendalaman dari unit pengawasan untuk memastikan apakah terdapat pelanggaran kepabeanan maupun ketentuan lainnya dalam aktivitas pengiriman barang yang dimaksud.
Selain Bea Cukai, aspek kepelabuhanan dan keselamatan pelayaran juga menjadi ranah instansi terkait, termasuk KSOP, sementara unsur penegakan hukum lainnya dapat melakukan tindakan apabila ditemukan adanya pelanggaran.(Tim)






