Batam, LidikBatam.com – Sebanyak 240 personel gabungan dikerahkan untuk mengamankan aksi unjuk rasa yang digelar Aliansi Masyarakat Pulau Kota Batam di Kantor Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Kepulauan Riau, Batam Kota, Senin (15/6/2026).
Pengamanan dilakukan menyusul aksi yang diikuti sekitar 1.050 warga dari sejumlah wilayah pulau dan daratan di Kota Batam. Massa menyampaikan keberatan terhadap unggahan di media sosial yang dinilai menyinggung masyarakat Pulau Kasu dan masyarakat pulau lainnya di Batam.
Sejak pagi, peserta aksi mulai memadati lokasi dengan membawa mobil komando dan pengeras suara. Dalam orasinya, massa meminta persoalan tersebut mendapat perhatian dan ditindaklanjuti melalui jalur yang berlaku.
Untuk mengantisipasi gangguan keamanan dan kemacetan lalu lintas, Polresta Barelang menerjunkan 180 personel. Pengamanan diperkuat 30 personel Ditsamapta Polda Kepri dan 30 personel Satbrimob Polda Kepri.
Petugas juga melakukan pengawalan terhadap pergerakan massa dari sejumlah titik kumpul menuju lokasi aksi. Sementara itu, sejumlah perwira kepolisian berkoordinasi dengan koordinator lapangan dan perwakilan massa guna memastikan penyampaian aspirasi berlangsung tertib.
Kabag Ops Polresta Barelang AKP Arbi Guna Bimantara mengatakan pengamanan dilakukan untuk menjamin masyarakat dapat menyampaikan pendapat di muka umum dengan aman serta menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif.
Selama aksi berlangsung, situasi di sekitar lokasi terpantau aman. Tidak terjadi bentrokan maupun gangguan keamanan yang berarti.
Aksi berakhir sekitar pukul 12.00 WIB. Massa membubarkan diri secara tertib dan kembali ke titik kumpul di Pelabuhan Tanjung Riau.
Sebagian perwakilan peserta aksi kemudian mendatangi Polresta Barelang untuk membuat laporan terkait unggahan media sosial yang dianggap menyinggung masyarakat pulau di Kota Batam.
Polisi memastikan seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan terkendali hingga massa meninggalkan lokasi aksi.(Red)






