Batam – Badan Pengusahaan (BP) Batam bergerak cepat menindaklanjuti masukan Komisi VI DPR RI terkait persoalan banjir dan genangan air di sejumlah wilayah Kota Batam.
Sehari setelah Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi VI DPR RI di Jakarta, BP Batam langsung turun ke lapangan untuk meninjau 11 titik yang selama ini kerap mengalami banjir dan genangan saat hujan deras.
Peninjauan tersebut dipimpin Anggota/Deputi Bidang Infrastruktur BP Batam, Mouris Limanto, bersama Direktur Pembangunan Infrastruktur BP Batam, Wulung Wardhana, dan jajaran terkait. Kegiatan itu juga melibatkan Pemerintah Kota Batam melalui Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air serta para camat setempat.
Sebanyak 11 lokasi yang ditinjau berada di sejumlah kawasan yang menjadi perhatian masyarakat, di antaranya Orchard Park Batam Kota, Kampung Jabi, SDN 010 Nongsa, Sekupang, Batu Aji, Sagulung, hingga kawasan depan Panbil Industrial Estate yang belakangan sering tergenang saat hujan dengan intensitas tinggi.
Langkah cepat ini dilakukan setelah Anggota Komisi VI DPR RI, Sturman Panjaitan, menyoroti pentingnya peningkatan kapasitas drainase di Batam dalam RDP yang digelar sehari sebelumnya. Menurutnya, pesatnya pertumbuhan ekonomi dan pembangunan di Batam harus dibarengi dengan kesiapan infrastruktur yang mampu mengendalikan banjir secara efektif.
Mouris Limanto mengatakan, pengecekan langsung ke lapangan penting dilakukan untuk mengetahui penyebab utama banjir di setiap lokasi. Sebab, kondisi dan permasalahan yang terjadi di masing-masing titik tidak selalu sama.
“Setiap lokasi memiliki karakteristik dan persoalan yang berbeda. Karena itu, kami perlu melihat langsung kondisi di lapangan agar solusi yang disiapkan benar-benar tepat sasaran,” kata Mouris.
Ia menegaskan, langkah tersebut merupakan tindak lanjut atas arahan Kepala BP Batam Amsakar Achmad dan Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra yang meminta setiap persoalan masyarakat segera direspons dengan tindakan nyata.
Menurut Mouris, berbagai masukan yang disampaikan masyarakat maupun DPR RI tidak boleh berhenti pada pembahasan di ruang rapat, tetapi harus diwujudkan dalam langkah konkret di lapangan.
Dari hasil peninjauan tersebut, BP Batam bersama Pemerintah Kota Batam mulai menyusun langkah penanganan untuk masing-masing titik. Sejumlah upaya yang akan dilakukan antara lain normalisasi saluran air, peningkatan kapasitas drainase, evaluasi pola aliran air, serta penguatan koordinasi lintas instansi.
Melalui langkah ini, BP Batam berharap persoalan banjir dan genangan yang selama ini dikeluhkan masyarakat dapat ditangani secara bertahap sehingga mendukung pembangunan infrastruktur Kota Batam yang lebih andal, aman, dan berkelanjutan.(RUD)
Sumber rilis BP Batam 19 Juni 2026






