Lidik Batam – Rokok Manchester tanpa pita cukai kembali beredar bebas di Batam. Diduga masuk dari Malaysia, dua variannya Blue Fusion dan Mentol disebut dijual Rp17 ribu per bungkus dan Rp160 ribu per slop isi 10 bungkus.
Di balik peredaran itu, muncul informasi mengenai tiga orang yang disebut bertugas di setiap wilayah membagikan uang secara berkala kepada sejumlah pihak di kota Batam.
Salah satu nama yang familiar disebut adalah Saugi, wartawan yang aktif di Batam.
Bila benar, persoalannya tidak lagi sebatas rokok ilegal yang dijual di warung. Ada jalur. Ada pemasok. Ada penerima. Ada distributor. Dan diduga ada pihak yang mengurus aliran uang.
Basri Lewaimang, DPO Bareskrim, Diamankan di Malaysia dan Dibawa ke Jakarta
Seorang sumber yang ditemui pewarta di salah satu warung rokok di kawasan Sei Jodoh, Batam, pada Rabu (26/26) dini hari, Menunjukkan dua varian rokok Manchester diduga tanpa Pita Cukai.
“Ini yang satu Manchester Blue Fusion dan yang satu Mentol. Harga Rp17 ribu per bungkus. Keduanya harganya sama bang. Satu slop Rp160 ribu isi 10. Barangnya Abang tahu sendirilah, tanpa pita cukai,” ujar sumber.
Ketika ditanya asalnya, sumber menjawab singkat. “Informasinya dari Malaysia.”
Jika informasi itu benar, pertanyaan berikutnya tidak sulit. Bagaimana barang tersebut masuk ke Batam? Siapa yang membawa? Siapa penerima pertama? Di mana disimpan? Siapa distributornya?
Diduga Aniaya Anak, Ibu Angkat di Batam Ditangkap Polisi
Informasi trending juga menyebut nama ZL yang dikaitkan dengan sumber atau kepemilikan barang. Sementara Saugi alias Gymul disebut sebagai salah satu pihak yang diduga ditugaskan membantu membagikan uang pelicin kepada sejumlah pihak setiap bulan dan pada tanggal yang sudah ditentukan, secara berkala.
Siapa yang menerima? Berapa nilainya? Wilayah mana yang menjadi tanggung jawab masing-masing? Dan untuk apa uang tersebut diberikan? Semua itu masih membutuhkan penelusuran dan konfirmasi.
Namun, seperti yang telah ditelusuri, pembagian tersebut untuk periode ini yang ke pertama kalinya yang mana Saugi ditugaskan dalam pembagian uang selip tersebut.
Informasi yang diterima pewarta menyebut pembagian dilakukan berdasarkan wilayah. Tiga orang disebut memiliki tugas masing-masing. Saugi disebut sebagai salah satunya.
Nyaris Ricuh! Dugaan Penarikan Kendaraan oleh Debt Collector di Batu Aji Berujung Mediasi Polisi
Siapa yang menerima? Berapa nilainya? Wilayah mana yang menjadi tanggung jawab masing-masing? Dan untuk apa uang tersebut diberikan? Semua itu masih membutuhkan penelusuran dan konfirmasi.
Tetapi satu hal tidak bisa diabaikan. Rokok tanpa pita cukai tidak muncul begitu saja di etalase.
Sebelum sampai ke warung, ada perjalanan panjang. Dari sumber barang, masuk ke wilayah Batam, diterima, disimpan, didistribusikan, lalu dijual kepada konsumen.
Jika Manchester benar berasal dari Malaysia, maka jalur masuknya menjadi titik penting yang harus dibuka. Siapa yang memasukkan? Siapa yang menerima? Siapa yang menyebarkan? Dan siapa yang mengendalikan?
Proyek Ruko PT SCL di Golden Land Batam Tuai Sorotan, Warga Pertanyakan Dugaan Pelanggaran dan Kejelasan Izin
Harga Rp17 ribu per bungkus hanyalah angka. Yang jauh lebih besar adalah bagaimana barang tanpa pita cukai bisa terus menemukan jalan masuk ke pasar Batam.
Pemerintah pusat sebelumnya menyatakan akan memperkuat operasional Direktorat Jenderal Bea dan Cukai untuk meningkatkan penindakan terhadap penyelundupan.
Kini kebijakan itu berhadapan dengan pertanyaan di lapangan. Apakah penindakan hanya berhenti pada pengecer? Atau aparat akan menarik rantainya hingga ke pemasok, penerima pertama, distributor dan pihak yang mengendalikan aliran barang?
Sebab menangkap penjual adalah memutus ujung. Membongkar pemasok adalah memutus sumber. Dan pertanyaan yang serius, Bagaimana Manchester bisa masuk ke Batam? Siapa yang memasukkannya? Siapa yang mengedarkannya? Siapa tiga orang yang disebut membagikan uang pelicin itu, ada hubungan apa mereka? Dan siapa sebenarnya yang berada di balik seluruh aliran itu?
Pelabuhan Batam Bintang 99 Batu Ampar Dijaga Ketat, Ribuan Penumpang KM Kelud Diperiksa






