Lidik Batam – Jangan tunggu gangguan Kamtibmas menjadi konflik. Kapolda Kepulauan Riau (Kepri) Irjen Pol. Asep Safrudin menegaskan Bhabinkamtibmas harus mampu membaca tanda-tanda persoalan sejak awal dan menjadi early warning system bagi pimpinan.
Pesan itu disampaikan Asep saat membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Bhabinkamtibmas Jajaran Polda Kepri Tahun Anggaran 2026 di Hotel Golden View, Batam, Selasa (22/9/2026).
Menurut Asep, Bhabinkamtibmas merupakan ujung tombak Polri karena bersentuhan langsung dengan masyarakat hingga tingkat desa dan kelurahan.
Karena itu, personel dituntut bukan sekadar hadir, tetapi mampu membangun komunikasi, membaca dinamika masyarakat, serta mendeteksi setiap potensi konflik dan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).
Polda Kepri Ungkap 6 Kasus Narkoba, 11 Tersangka Diciduk dan 376 Gram Sabu Dibuang ke Laut
“Bhabinkamtibmas harus menjadi early warning system bagi pimpinan. Setiap potensi konflik dan gangguan Kamtibmas harus segera dideteksi dan dilaporkan agar dapat ditangani dengan cepat dan tepat,” tegas Asep.
Deteksi dini menjadi penting agar persoalan tidak berkembang menjadi gangguan yang lebih besar.
Bhabinkamtibmas diminta tidak menunggu situasi memburuk. Setiap potensi persoalan harus dikenali, dikomunikasikan, dan dilaporkan sehingga langkah penanganan dapat dilakukan dengan cepat dan tepat.
Namun, tugas Bhabinkamtibmas tidak berhenti pada deteksi dini.
Jambret Bersenjata di Nongsa Batam Dibekuk, Satu Masih Buron
Asep juga meminta personel mampu menjadi mediator sekaligus problem solving terhadap berbagai persoalan yang muncul di tengah masyarakat.
Pendekatan persuasif, komunikasi, musyawarah, dan mediasi harus dikedepankan agar persoalan dapat diselesaikan secara humanis sebelum berkembang menjadi konflik yang lebih besar.
Asep juga meminta seluruh Bhabinkamtibmas aktif membangun komunikasi dengan tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, serta perangkat desa dan kelurahan.
Lewat komunikasi ini menjadi bagian penting untuk mengetahui perkembangan situasi di wilayah sekaligus memperkuat hubungan antara kepolisian dan masyarakat.
1 Juli Ketika Sejarah, Pengabdian, dan Usia Bertemu
Di sisi lain, pendekatan humanis tetap harus berjalan bersama ketegasan.
Bhabinkamtibmas diminta tegas terhadap aksi premanisme maupun tindakan yang mengganggu ketertiban masyarakat dan aktivitas investasi di wilayah Kepulauan Riau.
Rakor ini dihadiri Irwasda Polda Kepri, Pejabat Utama Polda Kepri, Kapolresta Barelang, narasumber dari DPMPTSP dan Kesbangpol Provinsi Kepri, serta Bhabinkamtibmas jajaran Polda Kepri yang mengikuti kegiatan secara luring dan daring.
Rakor Bhabinkamtibmas Polda Kepri Tahun Anggaran 2026 ini mengusung tema “Bhabinkamtibmas Presisi sebagai Garda Terdepan dalam Mendukung dan Mengawal Kebijakan Kapolda Kepri ‘Secure Kepri, Secure Your Investment’.”
Polsek Lubuk Baja Ungkap Kasus Etomidate, 2 Pria Diamankan dengan 74 Cartridge Vape
Tema ini menegaskan komitmen Polda Kepri dalam menjaga stabilitas keamanan sebagai fondasi pembangunan dan pertumbuhan investasi di Kepulauan Riau.






