KepriPolda KepriPolres Anambas

22 Tahun Mengabdi di Perbatasan, Kasipropam Polres Anambas Diganjar Umroh oleh Kapolda Kepri

×

22 Tahun Mengabdi di Perbatasan, Kasipropam Polres Anambas Diganjar Umroh oleh Kapolda Kepri

Sebarkan artikel ini

Batam, LidikBatam.com – Dedikasi panjang di wilayah perbatasan akhirnya berbuah manis. Setelah 22 tahun mengabdi di ujung utara Kepulauan Riau, Kasipropam Polres Kepulauan Anambas, IPTU Muslim, menerima hadiah umroh gratis dari Kapolda Kepri.

Momen penuh haru itu dirasakan langsung oleh IPTU Muslim bersama sang istri. Rasa syukur tak terbendung saat kabar tersebut diterima, menjadi bukti bahwa pengabdian tulus tidak pernah luput dari perhatian pimpinan.

“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur. Kami percaya rezeki tidak pernah salah alamat. Ini nikmat luar biasa bagi kami sekeluarga. Terima kasih kepada Bapak Kapolda Kepri atas perhatian dan kebaikannya,” ungkap IPTU Muslim, Senin (18/05/2026) dengan mata berkaca-kaca.

BACA JUGA:  Heboh Dugaan Penjualan Titik MBG di Batam, Korban Rugi Rp400 Juta

Hadiah umroh ini bukan sekadar perjalanan ibadah, melainkan simbol penghargaan atas loyalitas dan dedikasi tanpa henti dalam menjalankan tugas di wilayah perbatasan yang penuh tantangan.

Kapolda Kepri sendiri dikenal sebagai sosok pemimpin yang dekat dengan anggota. Ia kerap memberikan motivasi agar seluruh personel tetap bekerja dengan tulus, disiplin, dan penuh rasa syukur. Pemberian hadiah ini menjadi bentuk nyata apresiasi terhadap kinerja anggota di lapangan.

Kapolres Kepulauan Anambas, AKBP I Gusti Ngurah Agung Budianaloka, turut menyampaikan rasa bangga atas penghargaan yang diterima anggotanya tersebut.

“Kami sangat bersyukur dan bangga. Ini bukti bahwa setiap pengabdian dan loyalitas anggota mendapat perhatian dari pimpinan. Semoga menjadi keberkahan bagi keluarga dan motivasi bagi seluruh personel,” ujarnya.

BACA JUGA:  Polda Kepri Bongkar Jaringan Narkoba Internasional di Karimun, Sita 2,8 Kg Sabu dan 1.800 Pil Ekstasi

Menurutnya, penghargaan tersebut diharapkan menjadi penyemangat bagi anggota lain untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Kisah ini menjadi inspirasi bahwa di tengah kerasnya tugas sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat, masih ada ruang untuk kebahagiaan yang datang dari ketulusan dan keikhlasan.

“Jangan pernah lelah berbuat baik. Allah punya cara terbaik untuk menghadiahkan kebahagiaan kepada hamba-Nya,” tutup IPTU Muslim.

Pengabdian panjang di wilayah perbatasan kini berbuah keberkahan. Sebuah bukti bahwa kerja keras, kesabaran, dan doa akan menemukan jalannya pada waktu yang tepat.(Red)